Jaringan komputer dan Internet telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Teknologi ini mampu menyambungkan hampir semua komputer yang ada di dunia sehingga bisa saling berkomunikasi dan bertukar informasi. Bentuk informasi yang dapat ditukar berupa data teks, gambar, gambar bergerak dan suara.
Seiring dengan perkembangan tersebut, secara langsung ikut mempengaruhi cara kita berkomunikasi. Kalau dahulu untuk berkomunikasi pesan atau surat dengan menggunakan pos, sekarang telah banyak layanan e-mail di Internet yang dapat mengirimkan pesan secara langsung ke penerimanya. Akan tetapi sebagai suatu jaringan publik, Internet rawan terhadap pencurian data.
Steganografi sebagai suatu seni penyembunyian pesan ke dalam pesan lainnya yang telah ada sejak sebelum masehi dan kini seiring dengan kemajuan teknologi jaringan serta perkembangan dari teknologi digital, steganografi banyak dimanfaatkan untuk mengirim pesan melalui jaringan Internet tanpa diketahui orang lain dengan menggunakan media digital berupa file gambar.
Penggunaan steganografi menjadi daya tarik banyak orang pada peristiwa penyerangan gedung WTC, 11 September 2001. Pada peristiwa tersebut disebutkan oleh “pejabat pemerintah dan para ahli dari pemerintahan AS” yang tidak disebut namanya bahwa “para teroris menyembunyikan peta-peta dan foto-foto target dan juga perintah untuk aktivitas teroris di ruang chat sport, bulletin boards porno dan web site lainnya”. Isu lainnya menyebutkan bahwa teroris menyembunyikan pesan-pesannya dalam gambar-gambar porno di web site tertentu (Andino Masaleno, 2006).
Tujuan dari steganografi adalah merahasiakan atau menyembunyikan keberadaan dari sebuah pesan tersembunyi atau sebuah informasi. Dalam prakteknya kebanyakan diselesaikan dengan membuat perubahan tipis terhadap data digital lain yang isinya tidak akan menarik perhatian dari penyerang potensial, sebagai contoh sebuah gambar yang terlihat tidak berbahaya. Perubahan ini bergantung pada kunci (sama padacryptography) dan pesan untuk disembunyikan. Orang yang menerima gambar kemudian dapat menyimpulkan informasi terselubung dengan cara mengganti kunci yang benar ke dalam algoritma yang digunakan (Budi Sukmawan, 2002).
Pada metode steganography cara ini sangat berguna jika digunakan pada cara steganografi komputer karena banyak format file digital yang dapat dijadikan media untuk menyembunyikan pesan. Format yang biasa digunakan diantaranya:
- Format image : bitmap (bmp), gif, pcx, jpeg, dll.
- Format audio : wav, voc, mp3, dll.
- Format lain : teks file, html, pdf, dll.
Kebanyakan aplikasi steganografi tidak menggunakan prinsip Kerckhoffs, yang menyatakan bahwa metode steganografi sebaiknya diketahui publik, sedangkan untuk keamanannya dapat digunakan kunci untuk mengekstraksi pesan yang telah disisipkan (Moerland, 2003). Oleh karena algoritma steganografi bisa digunakan secara publik, maka steganografi perlu juga memberikan keamanan terhadap data yang telah disembunyikan dengan menggunakan kunci yang digunakan untuk mengacak susunan data pada media. Kunci yang dipakai adalah kunci simetris, artinya kunci pada pengirim sama persis dengan kunci pada penerima.
Cara melakukan teknik steganografi
- Dengan bantuan program steganografi ini anda dapat dengan cepat melakukan penyembunyikan sebuah file didalam file lainnya.jika tertarik silahkan download program steganografi (4shared.com). untuk screenshot nya seperti gambar dibawah
2. Atau bisa dengan cara manual yaitu dengan mengikuti langkah-langkahnya dibawah ini..
- kumpulkan kedua file jadi satu folder,file yang akan disembunyikan dan file untuk menampung file rahasia.
- disini saya contohkan file tulisan.txt akan saya sembunyikan dalam file gambar.jpg
- Kemudian jadikan rar ke dua file tersebut,dengan click kanan dan "add to ............ .rar"
- Setelah jadi ,akan ada 3 file dalam folder tersebut yg pertama file tulisan.txt kedua gambar.jpg dan yg ke tiga hasil rar kedua file tersebut.
- kemudian,sekarang saat nya menyembunyikan file tersebut dengan command line, jalankan command line dengan click start --> run ,kemudian ketik cmd,terus ok.
- akan terbuka jendela command line,kemudian ubah directory active dengan perintah CD,saya asumsikan ke 3 file tersebut berada pada drive H:\coba steganografi
Ketikkan command berikut pada command line.
- CD H:\coba steganografi
- H:
- copy /b gambar.jpg+"coba steganografi.rar" hasil.jpg
untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah..
Operasi pada file sudah berhasil dengan adanya pesan "1 file(s) copied." seperti gambar diatas.
sekarang untuk melihat hasilnya langsung saja menuju ke H:\coba steganografi dengan explorer..akan ada sebuah file gambar baru dengan nama "hasil.jpg". sekilah memang terlihat sama dengan file "gambar.jpg",namun sesungguhnya dalam file tersebut sudah terdapat file "tulisan.txt"
untuk melihatnya anda dapat menggunakan winrar,yaitu dengan click kanan pada file "hasil,jpg" kemudian cari "open with",buka dengan winrar.
Pengertian Steganografi
Steganografi (steganography) adalah ilmu dan seni menyembunyikan pesan rahasia (hiding message) sedemikian sehingga keberadaan (eksistensi) pesan tidak terdeteksi oleh indera manusia (Rinaldi Munir, 2004). Kata steganorafi berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “tulisan tersembunyi” (covered writing). Steganografi membutuhkan dua properti: wadah penampung dan data rahasia yang akan disembunyikan. Steganografi digital menggunakan media digital sebagai wadah penampung, misalnya citra, suara, teks, dan video. Data rahasia yang disembunyikan juga dapat berupa citra, suara, teks, atau video.
Steganografi berbeda dengan kriptografi, di mana pihak ketiga dapat mendeteksi adanya data (chipertext), karena hasil dari kriptografi berupa data yang berbeda dari bentuk aslinya dan biasanya datanya seolah-olah berantakan, tetapi dapat dikembalikan ke bentuk semula. Ilustrasi mengenai perbedaan kriptografi dan steganografi dapat dilihat pada Steganografi membahas bagaimana sebuah pesan dapat disisipkan ke dalam sebuah berkas media sehingga pihak ketiga tidak menyadarinya. Steganografi memanfaatkan keterbatasan sistem indera manusia seperti mata dan telinga. Dengan adanya keterbatasan inilah, metoda steganografi ini dapat diterapkan pada berbagai media digital. Hasil keluaran dari steganografi ini memiliki bentuk persepsi yang sama dengan bentuk aslinya, tentunya persepsi di sini sebatas oleh kemampuan indera manusia, tetapi tidak oleh komputer atau perangkat pengolah digital lainnya. Ilustrasi mengenai proses steganografi dapat dilihat pada gambar 2-2.
Penyembunyian data rahasia ke dalam media digital mengubah kualitas media tersebut. Kriteria yang harus diperhatikan dalam penyembunyian data diantaranya adalah (Rinaldi Munir, 2004):
- Fidelity. Mutu citra penampung tidak jauh berubah. Setelah penambahan data rahasia, citra hasil steganografi masih terlihat dengan baik. Pengamat tidak mengetahui kalau di dalam citra tersebut terdapat data rahasia.
- Recovery. Data yang disembunyikan harus dapat diungkapkan kembali (recovery). karena tujuan steganografi adalah data hiding, maka sewaktu-waktu data rahasia didalam citra penampung harus dapat diambil kembali untuk digunakan lebih lanjut.
Steganografi digital menggunakan media digital sebagai wadah penampung, misalnya citra, suara, teks, dan video. Sedangkan data rahasia yang disembunyikan dapat berupa berkas apapun. Media yang telah disisipi data disebut stegomessage. Proses penyembunyian data ke dalam media disebut penyisipan (embedding), sedangkan proses sebaliknya disebut ekstraksi. Proses tersebut dapat dilihat pada gambar 2-3. Penambahan kunci yang bersifat opsional dimaksudkan untuk lebih meningkatkan keamanan (Edy Suharto, 2004).
Sejarah Steganografi
Steganografi merupakan seni penyembunyian pesan ke dalam pesan lainnya sedemikian rupa sehingga orang lain tidak menyadari ada sesuatu di dalam pesan tersebut. Kata steganografi (steganography) berasal dari bahasa Yunani yaitu steganos yang artinya tersembunyi atau terselubung dan graphein, yang artinya menulis, sehingga kurang lebih artinya adalah “menulis tulisan yang tersembunyi atau terselubung” (Sellars, 1996). Teknik ini meliputi banyak sekali metoda komunikasi untuk menyembunyikan pesan rahasia. Metoda ini termasuk tinta yang tidak tampak, microdots, pengaturan kata, tanda tangan digital, jalur tersembunyi dan komunikasi spektrum lebar.
Catatan pertama tentang steganografi ditulis oleh seorang sejarawan Yunani, Herodotus, yaitu ketika Histaeus seorang raja kejam Yunani dipenjarakan oleh Raja Darius di Susa pada abad 5 Sebelum Masehi. Histaeus harus mengirim pesan rahasia kepada anak laki-lakinya, Aristagoras, di Militus. Histaeus menulis pesan dengan cara mentato pesan pada kulit kepala seorang budak dan ketika rambut budak itu mulai tumbuh, Histaeus mengutus budak itu ke Militus untuk mengirim pesan di kulit kepalanya tersebut kepada Aristagoras.
Cerita lain tentang steganografi datang juga dari sejarawan Yunani, Herodotus, yaitu dengan cara menulis pesan pada papan kayu yang ditutup dengan lilin. Demeratus, seorang Yunani yang akan mengabarkan berita kepada Sparta bahwa Xerxes bermaksud menyerbu Yunani. Agar tidak diketahui pihak Xerxes, Demaratus menulis pesan dengan cara mengisi tabung kayu dengan lilin dan menulis pesan dengan cara mengukirnya pada bagian bawah kayu, lalu papan kayu tersebut dimasukkan ke dalam tabung kayu, kemudian tabung kayu ditutup kembali dengan lilin.
Teknik steganografi yang lain adalah tinta yang tak terlihat. Teknik ini pertama digunakan pada zaman Romawi kuno yaitu dengan menggunakan air sari buah jeruk, urine atau susu sebagai tinta untuk menulis pesan. Cara membacanya adalah dengan dipanaskan di atas nyala lilin, tinta yang sebelumnya tidak terlihat, ketika terkena panas akan berangsur-angsur menjadi gelap, sehingga pesan dapat dibaca. Teknik ini pernah juga digunakan pada Perang Dunia II.
Pada abad 20, steganografi benar-benar mengalami perkembangan. Selama berlangsung perang Boer, Lord Boden Powell (pendiri gerakan kepanduan) yang bertugas untuk membuat tanda posisi sasaran dari basis artileri tentara Boer, untuk alasan keamanan, Boden Powell menggambar peta-peta posisi musuh pada sayap kupu-kupu agar gambar-gambar peta sasaran tersebut terkamuflase.
Seiring dengan perkembangan tersebut, secara langsung ikut mempengaruhi cara kita berkomunikasi. Kalau dahulu untuk berkomunikasi pesan atau surat dengan menggunakan pos, sekarang telah banyak layanan e-mail di Internet yang dapat mengirimkan pesan secara langsung ke penerimanya. Akan tetapi sebagai suatu jaringan publik, Internet rawan terhadap pencurian data.
Steganografi sebagai suatu seni penyembunyian pesan ke dalam pesan lainnya yang telah ada sejak sebelum masehi dan kini seiring dengan kemajuan teknologi jaringan serta perkembangan dari teknologi digital, steganografi banyak dimanfaatkan untuk mengirim pesan melalui jaringan Internet tanpa diketahui orang lain dengan menggunakan media digital berupa file gambar.
Penggunaan steganografi menjadi daya tarik banyak orang pada peristiwa penyerangan gedung WTC, 11 September 2001. Pada peristiwa tersebut disebutkan oleh “pejabat pemerintah dan para ahli dari pemerintahan AS” yang tidak disebut namanya bahwa “para teroris menyembunyikan peta-peta dan foto-foto target dan juga perintah untuk aktivitas teroris di ruang chat sport, bulletin boards porno dan web site lainnya”. Isu lainnya menyebutkan bahwa teroris menyembunyikan pesan-pesannya dalam gambar-gambar porno di web site tertentu (Andino Masaleno, 2006).
Tujuan dari steganografi adalah merahasiakan atau menyembunyikan keberadaan dari sebuah pesan tersembunyi atau sebuah informasi. Dalam prakteknya kebanyakan diselesaikan dengan membuat perubahan tipis terhadap data digital lain yang isinya tidak akan menarik perhatian dari penyerang potensial, sebagai contoh sebuah gambar yang terlihat tidak berbahaya. Perubahan ini bergantung pada kunci (sama padacryptography) dan pesan untuk disembunyikan. Orang yang menerima gambar kemudian dapat menyimpulkan informasi terselubung dengan cara mengganti kunci yang benar ke dalam algoritma yang digunakan (Budi Sukmawan, 2002).
Pada metode steganography cara ini sangat berguna jika digunakan pada cara steganografi komputer karena banyak format file digital yang dapat dijadikan media untuk menyembunyikan pesan. Format yang biasa digunakan diantaranya:
- Format image : bitmap (bmp), gif, pcx, jpeg, dll.
- Format audio : wav, voc, mp3, dll.
- Format lain : teks file, html, pdf, dll.
Kebanyakan aplikasi steganografi tidak menggunakan prinsip Kerckhoffs, yang menyatakan bahwa metode steganografi sebaiknya diketahui publik, sedangkan untuk keamanannya dapat digunakan kunci untuk mengekstraksi pesan yang telah disisipkan (Moerland, 2003). Oleh karena algoritma steganografi bisa digunakan secara publik, maka steganografi perlu juga memberikan keamanan terhadap data yang telah disembunyikan dengan menggunakan kunci yang digunakan untuk mengacak susunan data pada media. Kunci yang dipakai adalah kunci simetris, artinya kunci pada pengirim sama persis dengan kunci pada penerima.
Cara melakukan teknik steganografi
- Dengan bantuan program steganografi ini anda dapat dengan cepat melakukan penyembunyikan sebuah file didalam file lainnya.jika tertarik silahkan download program steganografi (4shared.com). untuk screenshot nya seperti gambar dibawah
2. Atau bisa dengan cara manual yaitu dengan mengikuti langkah-langkahnya dibawah ini..
- kumpulkan kedua file jadi satu folder,file yang akan disembunyikan dan file untuk menampung file rahasia.
- disini saya contohkan file tulisan.txt akan saya sembunyikan dalam file gambar.jpg
- Kemudian jadikan rar ke dua file tersebut,dengan click kanan dan "add to ............ .rar"
- Setelah jadi ,akan ada 3 file dalam folder tersebut yg pertama file tulisan.txt kedua gambar.jpg dan yg ke tiga hasil rar kedua file tersebut.
- kemudian,sekarang saat nya menyembunyikan file tersebut dengan command line, jalankan command line dengan click start --> run ,kemudian ketik cmd,terus ok.
- akan terbuka jendela command line,kemudian ubah directory active dengan perintah CD,saya asumsikan ke 3 file tersebut berada pada drive H:\coba steganografi
Ketikkan command berikut pada command line.
- CD H:\coba steganografi
- H:
- copy /b gambar.jpg+"coba steganografi.rar" hasil.jpg
untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah..
Operasi pada file sudah berhasil dengan adanya pesan "1 file(s) copied." seperti gambar diatas.
sekarang untuk melihat hasilnya langsung saja menuju ke H:\coba steganografi dengan explorer..akan ada sebuah file gambar baru dengan nama "hasil.jpg". sekilah memang terlihat sama dengan file "gambar.jpg",namun sesungguhnya dalam file tersebut sudah terdapat file "tulisan.txt"
untuk melihatnya anda dapat menggunakan winrar,yaitu dengan click kanan pada file "hasil,jpg" kemudian cari "open with",buka dengan winrar.
Pengertian Steganografi
Steganografi (steganography) adalah ilmu dan seni menyembunyikan pesan rahasia (hiding message) sedemikian sehingga keberadaan (eksistensi) pesan tidak terdeteksi oleh indera manusia (Rinaldi Munir, 2004). Kata steganorafi berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “tulisan tersembunyi” (covered writing). Steganografi membutuhkan dua properti: wadah penampung dan data rahasia yang akan disembunyikan. Steganografi digital menggunakan media digital sebagai wadah penampung, misalnya citra, suara, teks, dan video. Data rahasia yang disembunyikan juga dapat berupa citra, suara, teks, atau video.
Steganografi berbeda dengan kriptografi, di mana pihak ketiga dapat mendeteksi adanya data (chipertext), karena hasil dari kriptografi berupa data yang berbeda dari bentuk aslinya dan biasanya datanya seolah-olah berantakan, tetapi dapat dikembalikan ke bentuk semula. Ilustrasi mengenai perbedaan kriptografi dan steganografi dapat dilihat pada Steganografi membahas bagaimana sebuah pesan dapat disisipkan ke dalam sebuah berkas media sehingga pihak ketiga tidak menyadarinya. Steganografi memanfaatkan keterbatasan sistem indera manusia seperti mata dan telinga. Dengan adanya keterbatasan inilah, metoda steganografi ini dapat diterapkan pada berbagai media digital. Hasil keluaran dari steganografi ini memiliki bentuk persepsi yang sama dengan bentuk aslinya, tentunya persepsi di sini sebatas oleh kemampuan indera manusia, tetapi tidak oleh komputer atau perangkat pengolah digital lainnya. Ilustrasi mengenai proses steganografi dapat dilihat pada gambar 2-2.
Penyembunyian data rahasia ke dalam media digital mengubah kualitas media tersebut. Kriteria yang harus diperhatikan dalam penyembunyian data diantaranya adalah (Rinaldi Munir, 2004):
- Fidelity. Mutu citra penampung tidak jauh berubah. Setelah penambahan data rahasia, citra hasil steganografi masih terlihat dengan baik. Pengamat tidak mengetahui kalau di dalam citra tersebut terdapat data rahasia.
- Recovery. Data yang disembunyikan harus dapat diungkapkan kembali (recovery). karena tujuan steganografi adalah data hiding, maka sewaktu-waktu data rahasia didalam citra penampung harus dapat diambil kembali untuk digunakan lebih lanjut.
Steganografi digital menggunakan media digital sebagai wadah penampung, misalnya citra, suara, teks, dan video. Sedangkan data rahasia yang disembunyikan dapat berupa berkas apapun. Media yang telah disisipi data disebut stegomessage. Proses penyembunyian data ke dalam media disebut penyisipan (embedding), sedangkan proses sebaliknya disebut ekstraksi. Proses tersebut dapat dilihat pada gambar 2-3. Penambahan kunci yang bersifat opsional dimaksudkan untuk lebih meningkatkan keamanan (Edy Suharto, 2004).
Sejarah Steganografi
Steganografi merupakan seni penyembunyian pesan ke dalam pesan lainnya sedemikian rupa sehingga orang lain tidak menyadari ada sesuatu di dalam pesan tersebut. Kata steganografi (steganography) berasal dari bahasa Yunani yaitu steganos yang artinya tersembunyi atau terselubung dan graphein, yang artinya menulis, sehingga kurang lebih artinya adalah “menulis tulisan yang tersembunyi atau terselubung” (Sellars, 1996). Teknik ini meliputi banyak sekali metoda komunikasi untuk menyembunyikan pesan rahasia. Metoda ini termasuk tinta yang tidak tampak, microdots, pengaturan kata, tanda tangan digital, jalur tersembunyi dan komunikasi spektrum lebar.
Catatan pertama tentang steganografi ditulis oleh seorang sejarawan Yunani, Herodotus, yaitu ketika Histaeus seorang raja kejam Yunani dipenjarakan oleh Raja Darius di Susa pada abad 5 Sebelum Masehi. Histaeus harus mengirim pesan rahasia kepada anak laki-lakinya, Aristagoras, di Militus. Histaeus menulis pesan dengan cara mentato pesan pada kulit kepala seorang budak dan ketika rambut budak itu mulai tumbuh, Histaeus mengutus budak itu ke Militus untuk mengirim pesan di kulit kepalanya tersebut kepada Aristagoras.
Cerita lain tentang steganografi datang juga dari sejarawan Yunani, Herodotus, yaitu dengan cara menulis pesan pada papan kayu yang ditutup dengan lilin. Demeratus, seorang Yunani yang akan mengabarkan berita kepada Sparta bahwa Xerxes bermaksud menyerbu Yunani. Agar tidak diketahui pihak Xerxes, Demaratus menulis pesan dengan cara mengisi tabung kayu dengan lilin dan menulis pesan dengan cara mengukirnya pada bagian bawah kayu, lalu papan kayu tersebut dimasukkan ke dalam tabung kayu, kemudian tabung kayu ditutup kembali dengan lilin.
Teknik steganografi yang lain adalah tinta yang tak terlihat. Teknik ini pertama digunakan pada zaman Romawi kuno yaitu dengan menggunakan air sari buah jeruk, urine atau susu sebagai tinta untuk menulis pesan. Cara membacanya adalah dengan dipanaskan di atas nyala lilin, tinta yang sebelumnya tidak terlihat, ketika terkena panas akan berangsur-angsur menjadi gelap, sehingga pesan dapat dibaca. Teknik ini pernah juga digunakan pada Perang Dunia II.
Pada abad 20, steganografi benar-benar mengalami perkembangan. Selama berlangsung perang Boer, Lord Boden Powell (pendiri gerakan kepanduan) yang bertugas untuk membuat tanda posisi sasaran dari basis artileri tentara Boer, untuk alasan keamanan, Boden Powell menggambar peta-peta posisi musuh pada sayap kupu-kupu agar gambar-gambar peta sasaran tersebut terkamuflase.





No comments:
Post a Comment